Bullying
Bullying
Sungguh
memprihatinkan bullying sudah marak. Padahal perilaku ini sangat disayangkan. Sungguh para pelaku bullying secara tidak sadar bahwa ia tak memiliki
kemampuan untuk menghargai orang lain. Tidak hanya itu mereka juga tidak sadar
telah mempertontonkan bentuk penyimpangan
di depan orang banyak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Dwi Nur Rachmah di dalam jurnal yang
berjudul “Empati pada Pelaku Bullying” menunjukkan bahwa kedua orang subjek
yaitu D dan K melakukan perilaku bullying kepada teman di sekolah mereka, akan
tetapi mereka tidak menyadari dan mengakui kalau perbuatan tersebut merupakan
tindakan bullying. Di jurnal ini dijelaskan bahwa pelaku menganggap apa yang mereka lakukan hanyalah
sebuah candaan dan tidak menyadari bahwa itu adalah bentuk dari bullying (Rachmah,
D.N. 2014.). Padahal dalam Islam sendiri
bercanda juga ada adabnya, apa saja itu? 1). tidak menyakiti orang lain seperti
mengejek fisik orang lain, menghina ras, dan kepercayaan orang lain. 2) tidak berbohong.
3) tidak mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak dilontarkan (seperti
kata-kata jorok dan kasar).
Apa
yg terjadi sih kok sampek membully..?? ada kemungkinan ia merasa lebih hebat
dari si korban, mungkin saja ia jga
pernah jadi korban bully hingga ia melampiaskan kemarahannya terhadap orang yg
di anggap lebih lemah darinya. Ingat membully itu gak ada untungnya malah
merugikan anda juga orang lain. Lalu bagaimana si bentuk bullying? Berikut
jenis-jenis bullying:
Bullying juga terjadi
dalam beberapa bentuk tindakan. Menurut Coloroso (2007), bullying dibagi
menjadi tiga jenis, yaitu:
a.Bullying Fisik
Penindasan fisik
merupakan jenis bullying yang paling tampak dan paling dapat diidentifikasi
diantara bentuk-bentuk penindasan lainnya, namun kejadian penindasan fisik
terhitung kurang dari sepertiga insiden penindasan yang dilaporkan oleh
siswa.Jenis penindasan secara fisik di antaranya adalah memukul, mencekik
menyikut, meninju, menendang, menggigit, memiting, mencakar, serta meludahi
anak yang ditindas hingga ke posisi yang menyakitkan, serta merusak dan
menghancurkan pakaian sertabarang-barang milik anak yang tertindas. Semakin
kuat dan semakin dewasa sang penindas, semakin berbahaya jenis serangan ini,
bahkan walaupun tidak dimaksudkan untuk mencederai secara serius.
b.Bullying Verbal
Kekerasan verbal adalah
bentuk penindasan yang paling umum digunakan, baik oleh anak perempuan maupun
anak laki-laki. Kekerasan verbal mudah dilakukan dan dapat dibisikkan dihadapan
orang dewasa serta teman sebaya, tanpa terdeteksi. Penindasan verbal dapat
diteriakkan di taman bermain bercampur dengan hingar binger yang terdengar oleh
pengawas, diabaikan karena hanya dianggap sebagai dialog yang bodoh dan tidak
simpatik di antara teman sebaya. Penindasan verbal dapat berupa julukan nama,
celaan, fitnah, kritik kejam, penghinaan, dan pernyataan-pernyataan bernuansa
ajakan seksual atau pelecehan seksual. Selain itu, penindasan verbal dapat berupa
perampasan uang jajan atau barang-barang, telepon yang kasar, e-mail yang
mengintimidasi,surat-surat kaleng yang berisi ancaman kekerasan,
tuduhan-tuduhan yang tidak benar, kasak-kusuk yang keji, serta gosip.
c.Bullying Relasional
Jenis ini paling sulit
dideteksi dari luar. Penindasan relasional adalah pelemahan harga diri si
korban penindasan secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan,
pengecualian, atau penghindaran. Penghindaran, suatu tindakan penyingkiran,
adalah alat penindasan yang terkuat. Anak yang digunjingkan mungkin akan tidak
mendengar gosip itu, namun tetap akan mengalami efeknya. Penindasan relasional
dapat digunakan untuk mengasingkan atau menolak seorang teman atau secara
sengaja ditujukan untuk merusak persahabatan. Perilaku ini dapat mencakup
sikap-sikap tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan
napas, bahu yang bergidik, cibiran, tawa mengejek, dan bahasa tubuh yang kasar.
d.Cyber bullying
Ini adalah bentuk
bullying yang terbaru karena semakin berkembangnya teknologi, internet dan
media sosial. Pada intinya adalah korban terus menerus mendapatkan pesan
negative dari pelaku bullying baik dari sms, pesan di internet dan media sosial
lainnya.
Bentuknya berupa:
1.Mengirim pesan yang
menyakitkan atau menggunakan gambar
2.Meninggalkan pesan
voicemail yang kejam
3.Menelepon terus
menerus tanpa henti namun tidak mengatakan apa-apa (silent calls)
4.Membuat website yang
memalukan bagi si korban
5.Si korban dihindarkan
atau dijauhi dari chat room dan lainnya
6.“Happy slapping”
–yaitu video yang berisi dimana si korban dipermalukan atau di-bully lalu
disebarluaskan.
Sedangkan Riauskina,
dkk (2005, dalam Ariesto, 2009) mengelompokkan perilaku bullying ke dalam 5
kategori, yaitu:
a)Kontak fisik langsung
(memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci, seseorang dalam
ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang-barang
yang dimiliki orang lain);
b)Kontak verbal
langsung (mengancam, mempermalukan, merendahkan (put-down), mengganggu, member
panggilan nama (name-calling), sarkasme, mencela/mengejek, memaki, menyebarkan
gosip);
c)Perilaku non verbal
langsung (melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka
yang merendahkan, mengejek, atau mengancam, biasanya disertai oleh bullying
fisik atau verbal) ;
d)Perilaku non verbal
tidak langsung (mendiamkan seseorang,memanipulasi persahabatan sehingga retak,
sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng);
e)Pelecehan seksual
(kadang-kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal). (Zakiyah, dkk.
2017)
Jika
Kita menjadi Korban
Jika kita siswa sebagai korban bullying apa yang harus
kita lakukan?
a. Tahap pertama bilang
dan tegaskan jika kamu tidak suka diperlakukan seperti itu
b. Tahap kedua bilang ke
guru kamu dan orang tua
c. Jika sudah dilakukan
tahap pertama dan kedua mereka masih tetap membully kamu. Jika kamu benar-benar
gak kuat maka yang bisa kita lakukan adalah Move On Tempat yaitu
pindah tempat atau pindah sekolah.
Untuk korban bullying dan siapapun itu
1.Bersabarlah dan kuatkan hatimu, jangan lupa berdoa kepada Sang Maha Kuasa agar mereka sadar
2.Jangan menyerah
3.Semangatlah untuk meraih tujuanmu
4.Tunjukkan pada si pembully bahwa kamu lebih baik, tapi ingat kamu harus tetap rendah hati
5. Selalu bersyukur, semangat terus, harus percaya diri (jangan minder), jangan mendengarkan omongan orang lain yang membuatmu minder
6. Fokus dengan apa yang menjadi kelebihanmu
7. Fokus sama tujuanmu untuk meraih cita-cita dan masa depan yg cermelang
8. Perbanyak doa, karena ketika dibully maka kamu termasuk orang didzalimi. Percayalah orang yang didzhalimi doanya itu mustajab. Ingat yah teman-teman doa yang baik-baik saja.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan:
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حِجَابٌ
Artinya, “Takutlah terhadap doa orang yang terzalimi. Sebab, di antara doanya dengan Allah tidak ada penghalang,” (HR. Ahma
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/118017/14-golongan-hamba-yang-doanya-mustajab
Perlu
diingat Ketika Membully Seseorang
Percayalah membully itu gak ada manfaatnya, yang ada merugikan orang lain dan kita sendiri.
Sekarang aku tanya.
1.
Jika membully seseorang karena
kekurangannya, lalu apa kita sebagai manusia tidak punya kekurangan..?
Teman-teman yang budiman semua orang punya kekurangan dan kelebihan.
2.
Jika membully karena kesalahan
seseorang, lalu apa kita tidak pernah berbuat salah? . Ingat teman-teman yang budiman kita ini tidak
punya hak untuk menghakimi seseorang, itu yang perlu diingat. Allah pemilik
semesta saja memberikan ampunan dan membuka pintu taubat bagi hambanya. Lalu
kita sebagai manusia apa iya menyalahi hak Allah dengan menghakimi kesalahan
hambanya dengan membully…?
3.
Ingat keluarga kita entah adik, kakak,
atau anak kita nanti jika dibully orang
lain. Kira-kira hati seorang kakak mana yang tega melihat adiknya dibully,
apalagi seorang ibu mana yang rela dan gak hancur hatinya jika anaknya dibully
dan diperlakukan gak manusiawi. Yuk tanamkan rasa empati kita!.
Sangat
disayangkan jika seseorang masa mudanya atau masa hidupnya untuk membully dan
selalu mencari kesalahan orang lain. Teman-teman percayalah masa muda dan hidup
kita nanti akan dipertanyakan dan dipertanggung jawabkan. Masa iya ketika
ditanya kau habiskan untuk apa masa mudamu? Membully temanku karena dia lemah
dariku dan punya salah. Semoga ini gak terjadi kepada kita, Percayalah hukum
alam itu sudah pasti, jika kita berbuat baik maupun buruk pasti ada balasannya.
Allah telah berfirman dalam
QS. Zalzalah ayat 7-8
(7)
Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun , niscaya dia akan
melihat (balasan)nya
(8). Dan barang siapa mengerjakan
kejahatan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula
Perlu
diketahui dampak bullying antara lain:
a. a.Depresi
b. Kematian
c. Rendahnya kepercayaan diri/inder
d. Merosotnya prestasi akademik
e. Merasa terisolasi dalam
pergaulan
f. Terpikir atau bahkan mencoba
bunuh diri (Kurnia, I. 2016 :4)
Teman-teman yang
budiman dampaknya ini gak main-main, bahkan penyembuhannya pun gak mudah dan
jangka waktunya pun lama.
Ingat
jangan sampek membully orang lain karena fisiknya atau statusnya, maupun
budayanya atau perbedaan yg lain. Saya tegaskan gak usah mikirin kekurangan orang lain kalau perlu bantu mereka yg
memiki kekurangan hingga ia menjadi sosok yg lebih baik lagi. Lebih baik pikirin
prestasi anda..!! Ayok mari bersama - sama menjadi sosok pribadi yg
mampu menghargai orang lain dan tidak menindas orang lain.Saya tegaskan manusia
adalah ciptaan Allah yg mulia. Kita semua juga di beri akal, kelebihan, dan
kekurangan.
Ingat..!!!! Tidak perlu memikirkan kekurangan dan
kesalahan orang lain, lebih baik pikirin prestasi anda.
Ayoh
bersama-bersama menghargai orang lain jangan pernah merasa lebih hebat dari orang
lain, rendah hatilah ..!!!
Ingat
jika terjadi apa-apa sama korban siapa yang tanggung jawab…?
Ingat
membully itu gak ada untungnya malah merugikan anda dan juga orang lain
DAFTAR
PUSTAKA
Kurnia, i. 2016. Bullying. Yogyakarta: Relasi Inti Media
Rachmah, D.N. 2014. Empati
pada Pelaku Bullying. Jurnal Ecopsy.
1(2): 51-58
Zakiyah,
dkk. 2017. Faktor yang Mempengaruhi Remaja dalam Melakukan Bullying. Jurnal
Penelitian dan PPM. 4(2): 324-230
Wijaya. 2020. Golongan Hamba yang Doanya Mustajab. https://islam.nu.or.id/post/read/118017/14-golongan-hamba-yang-doanya-mustajab [Diakses pada tanggal 17 September 2020]
Comments
Post a Comment