Tips Belajar

 

Halo..

Assalamualaikum warramatullahi wabarakatuh

Sebelumnya saya tekankan bahwa setiap individu memiliki cara belajar yang berbeda (tentunya disesuaikan dengan gaya belajar yang dimiliki) dan yang terpenting bagi individu harus mengenal gaya belajarnya.

Tips Belajar dari Alvina Siti Asiyah

1. Atur jadwal (Bikin manajemen waktu) harian.

2. Berdoa memohon  kepada-Nya agar diberikan kemudahan dalam memamahi ilmu pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat dan berkah.

3. Kenali dirimu sendiri: contohnya 1) mengenal gaya belajar dan 2) apakah kamu tipikal orang yang bisa begadang atau tidak, kalau saya tidak bisa jadi setelah isyak saya tidur, dan bangun jam 1,2,3 malam (tidak mesti jamnya paling lambat jam 3 baru bangun) untuk mengerjakan tugas.

4. Catat poin-poin penting saat guru atau dosen menjelaskan.

5. Saat membaca stabilo (tandai) poin yang penting

6. Jika gaya belajarnya seperti saya auditori, biasanya sih saya setelah membaca menjelaskan ke diri sendiri apa yang saya pahami, nonton video ataupun youtube, dan tidak mendengarkan musik (sesuatu yang berisik) saat sedang belajar ataupun saat mengerjakan tugas.

7. Bikin daedline sendiri tugasnya misal DL dari guru tanggal 5 Januari 2022 berarti Daedlinenya tanggal 3 Januari 2022. (Fokuslah pada tugas DL yang mendekat/ mengetahui mana yang tugas yang diprioritaskan/ dikerjakan dulu).

8. Biasanya tidak mengerjakan tugas H-1 jadi nyicil biar gak terlalu capek dan gak gupuh (jangan menunda-nunda). 

9. Konsisten/istiqomah belajar (misal sudah dua hari gak belajar, besoknya belajar ini namanya tidak konsisten). Tapi setiap hari belajar sedikit-dikit tapi memahami apa yang telah dipelajari ini lebih baik. Belajar tidak harus 24 jam, 1 jam non stop, tapi bisa 20 menit membaca lalu dipahami, dan istirahat (tapi jangan sampai kelupaan waktu yah :) Hehe. Setelah istirahat bisa melanjutkan aktivitasnya kembali entah belajar atau mengerjakan tugas. 

10. Membuat rangkuman maupun peta konsep atau coret-coretan poin penting yang telah dipelajari

11. Kamu bisa menargetkan sendiri KKM (Kriteria Ketuntasan Belajar Minimum) yang lebih tinggi. 

Contoh:

KKM di sekolah 75, kamu bikin sendiri KKM nya misal 80. Maka kamu akan memilki motivasi dan semangat belajar agar tidak  mendapatkan nilai di bawah 80 (baik nilai tugas, ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester). 

12. Jangan lupa mendoakan kebaikan untuk guru-gurunya maupun dosennya agar ilmunya berkah.




Agar lebih mengenal gaya belajar silahkan dibaca di bawah ini:

Tipe Gaya Belajar

a.Tipe Belajar Visual (Pelajar Visual)

Visual learner adalah gaya belajar di mana gagasan , konsep, data. dan informasi lainnya dikemas dalam bentuk gambar dan teknik. Siswa yang memiliki tipe belajar visual memiliki interest yang tinggi ketika diperlihatkan gambar, grafik, grafis organisator, seperti jarring peta konsep, dan ide peta, plot, dan ilustrasi visual lainnya. Beberapa teknik yang digunakan dalam belajar visual untuk meningkatkan keterampilan berpikir dan belajar, lebih mengedepankan peran penting mata sebagai penglihatan (visual). Pada gaya beljar ini dibutuhkan banyak model dan metode pembelajaran yang digunakan dengan menitikberatkan pada peragaan. Media pembelajarannya adalah objek-objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di white board atau papan tulis. Bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya juga sangat penting peranannyauntuk menyampaikan materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar mereka melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, CD Interaktif, digital content, dan video (MTV). Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detail-detailnya untuk mendapatkan informasi. (Rusman. 2017: 105)

Ciri-ciri Gaya Belajar Visual

a.Bicara agak cepat

b.Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi.

c.Tidak mudah tergangu oleh keributan.

d.Mengingat yang dilihat darpada yang didengar

e.Lebih suka membaca daripada diabacakan

f.Pemabaca yang cepat dan tekun

g.Sering mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata

h.Lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato

i.Lebih suka musik darpada seni.

j.Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbalkeculai ditulis., dan sering minta bantuan oranguntuk mengulanginya. (Thobroni.2017: 216)

 

Strategi untuk Mempermudah Proses Belajar Anak Visual.

1.Gunakan materi visual , seperti gambar-gambar, diagaram. Dan peta

2.Gunakan warna untuk menandai hal-hal penting

3.Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.

4.Gunakan multimedia (Contohnya:computer dan 'video)

5.Ajak anak untuk mecoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam bentuk gambar. (Thobroni.2017: 216-217)

 

b.Tipe Belajar Auditif(Auditory Learner)

Auditory Learner adalah suatu gaya belajar di mana siswa belajar melalui mendengarkan. Siswa yang memilki gaya belajar auditori akan mengandalkan kesuksesan dalam belajarnya melalui telinga (alat pendengarannya). Oleh karena itu guru sebaiknya memperlihatkan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditorib dapat belajar lebih cepat mendengarkan penjelasan apa yang dikatakan guru. Anak dengan belajar tipe auditori dapat mencerna makna yang disampaikan oleh guru melalui verbal simbol atau suara tinggi rendahnaya, kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Anak-anak seperti ini dapat menghafal lebih cepat melalui membaca teks dengan keras atau mendengarkan media radio. (Rusman. 2017: 105-106)

Ciri-ciri Gaya Belajar Auditori

1.Saat bekerja suka berbicara sendiri

2.Penampilan rapi

3.Mudah terganggu oleh keributan

4.Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat

5.Senang membaca dengan keras dan mendengarkan

6.Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca.

7.Biasanya ia pembicara yang fasih.

8.Lebih pandai mengeja dengan kerasdaripada menuliskannya.

9.Lebih suka gurauan lisan daripadamembaca komik.

10.Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visual

11.Berbicara dalam irama yang berpola.

12.Dapat mngulangi kembali dann menirukan nada, berirama, dan warna suara.

 

Strategi untuk Mempermudah Proses Belajar Anak Auditori

1.Ajak anak untuk ikut berpatisipasi dalam diskusi, baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga

2.Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.

3.Gunakan musik untuk mengajarkan anak.

4.Diskusikan ide dengan anak secara verbal

5.Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkan sebelum tidur. (Thobroni.2017: 217-218)

 

c.Tipe Belajar Kinestik (Pelajar Tak Biasa)

Tactual Learner adalah siswa belajar dengan cara melakukan, menyentuh, merasa, bergerak, dan mengalami. Anak yang mempunyai gauya belajar kinestik mengandalkan belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan tindakan. Anak sepoerti sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktivitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya seperti ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan. Oleh karena itu, pembelajaran yang dibutuhkan adalah pembelajaran yang lebih bersifat konstektual dan praktik. (Rusman,2017.106)

Ciri-ciri Gaya Belajar Kinestik

1.Berbicara perlahan.

2.Penampilan rapi.

3.Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan.

4.Belajar melalui memaniopulasi dan praktik.

5.Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

6.Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca.

7.Merasa keseulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita.

8.Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca.

9.Menyukai permainan yang menyibukkan.

10.Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu.

11.Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.


Strategi untuk Mempermudah Proses Belajar Anak Kinestik

1.Jangan paksakan anka untuk belajar berjam-jam

2.Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkunagnnya (contohnya : ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan objek sesungguhnya untuk belajar konsep baru)

3.Izinkan anak untuk mwngunyah permen karet pada saat belajar.

4.Gunakan warna terang untuk menandai hal-hal penting dalam bacaan.

5.Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan music

6.Gaya belajar dapat mentukan prestasi belajar anak. Jika diberika strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anka dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar ortomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. (Thobroni.2017: 218-219)


Daftar Pustaka

Thobroni.2017. Belajar dan pembelajaran. Yogyakarta; Ar-Ruzz Media


Semoga Bermanfaat 


Masa depan kita menjadi tanggung jawab kita, yuk semangat belajar tuk menjadi pribadi yang lebih baik, semangar juga menimba ilmunya. Menuntut Ilmu bagian dari ibadah (niatkah karena lillahi ta'ala) yah :) .

Comments

Popular posts from this blog

Antisipasi Bullying (Perundungan)

Cahaya di Tengah Kegelapan

Bullying