Review buku: Seni Hidup Minimalis; Petunjuk Minimalis Menuju yang Apik
Review
buku: Seni Hidup Minimalis; Petunjuk Minimalis Menuju yang Apik
Oleh: Alvina Siti Asiyah
Judul
Buku: The Joy of Less; A Aminimalist Guide to Declutter, Organize, and
Simplifty.
Judul
Buku Terjemahan: Seni Hidup Minimalis; Petunjuk Minimalis Menuju yang Apik, Tertata,
dan Sederhana
Karya:
Francine Jay
Penerjemah:
Annisa Cinantya Putri
Tahun
Terbit 2018
Penerbit
PT Gramedia Pustaka Utama
Buku yang dikarang oleh Francine Jay
seorang ahli penata rumah ini sangat menarik dibaca dan mesikpun terjemahan bahasanya
mudah dipahami. Saya selaku pembaca merasa tehipnotis untuk melakukan apa yang penulis
tulis di dalam bukunya. Secara garis
besar buku ini mengulas terkait bagaimana cara untuk hidup minimalis dengan
metode STREAMLLINE. STREAMLLINE singkatan dari Start over (mulai dari awal), Trats
treasure or transfer (buang, simpan, atau berikan ), Reason for each item (alasan setiap barang), Everthing in its place
(semua baraang pada tempatnya), All surfaces clear (semua permukaan bersih),
Modules (ruangan), Limits (batas), If comes in, onne goes out (satu masuk, satu
keluar), Narrow down (kurangi), Everday maintenance (perawatan setiap hari) Mari
kita bahas satu-persatu.
1)
Start over
(mulai dari awal)
Mulai dari awal di sini adalah
mengeluarkan semua baranng dari tempatnya. Misalkan kita mau membersihkan atau
bebrberes barang yang ada di lemari, maka barang apapupun yang ada di dalam
lemari misal baju, jilbab atau apapun itu harus dikeluarkan terlebih dahulu.
2)
Trats treasure or transfer
(buang, simpan, atau berikan )
Setelah mengeluarkan
semua barang dari tempatnya, langllah selanjtnya adalah menyortirnya atau
memiliha-milah. Pisahlkan barang-batrang yag sudah dikeluarkan menjadi tiga
kategori yakni buang, simpan, dan berikan. Untuk kategori buang tentunya kita
harus menyediakan tempat sampah entah kardus, atau kresek besar yang tentunya
cukup menampung barang yang sudah tak terpakai lagi, tidak layak, dan rusak. Di
dalam buku ini penulis juga menyarankan untuk menyediakan satu wadah kosong untuk
menaruh barang yang kita sendiri masih bingung akan disimpan atau dibuang,.
3)
Reason for each item
(alasan setiap barang),
Nah ketika kita
sudah untuk disimpan tentunya harus mempertimbangkan dan mepertanyakan kenapa
barang tersebut masih layak kita simpan?seberapa seringkah kita menggunakanya?
bagaimana kegunaannya?apa manfaatnya?
4)
Everthing in its place
(semua baraang pada tempatnya),
Tentunya tidak
ingin dong saat mencari barang kita bingung ada di mana? Apalagi terburu-buru
mau berpergian. Contoh saat mau bekerja
atau berpergian kita kebingungan mencari kemiti, jarum pentul atau ciput dikarenakan
menaruhnya sembarangan gak pada tempatnya atau gak punya wadah padahal lagi
terburu-buru. Nah tentunya gak kepengan dong seperti itu. Maka penting sekali punya
wadah serta menaruh barang pada tempatnya. Jika menaruh pada tempatnya kita gak akan kebingungan lagi mencari benda
atau barang yang kita butuhkan selain itu juga nampak rapi.
5)
All surfaces clear
(semua permukaan bersih)
Menurut Francine
Jay pentingnya permukaan yang bersih adalah tanpa permukaan yang rapi dan
bersih maka seseorang tidak memiliki ruang untuk melakukan apa pun.
6)
Modules
(ruangan),
Pada sub bab ini
penulis membahas terkait teknik mengatur barang yang disebutnya dengan “teknik
ruang”.
a) Langkah pertama mengumpulkan barang-barang
yang memilki kesamaan. Penulis menjelaskan bahwa mengumpulkan barang dalam
wadah atau tempat bermanfaat untuk memudahkan kita menemukannya dan menjadi
tahu berapa banyak barang yang kita punya.
b)
Kedua adalah menyortir barang
c)
Terakhir, memasukan barang ke wadah atau
tempatnya.
7)
Limits
(batas). Penulis menjelaskan bahwa hidpu minimalis berarti selalu mengontrol
barang-barang yang dimiliki. Cara yang paling efektif untuk melakukannya adalah
dengan menerapkan batas. Penulis memberikan contoh misal kita gemar mengkoleksi
buku, maka kita perlu membatasi kokelsi kita hanya pada buku yang memang kita
gemari. Untuk sisianya didonasikan entah ke rumah baca, teman dan keluarga.
8)
If
comes in, onne goes out (satu masu, satu keluar)
Peraturan satu masuk, satu keluar
ini sangat efektif diterapkan jika barangnya serupa. Contohhnya kemeja. Dengan
adanya kemeja baru, maka kemeja lama harus dikeluarkan.
9)
Narrow
down
(kurangi)
Menurut penulis cara untuk
mengurangi jumlah barang adalah membereskannya dan mengurangi secara kreatif misalnya
memilih baarang yang multiguna daripada barang dengan satu fungsi. Contoh barang
mullti guna memilki sofa yang juga berfungsii sebagai tempat tidur. Sehingga
tidak perlu membeli tempat tidur tamu. Contoh lain tidak perlu membeli
kalkulator dikarenakan punya ponsel pintar yang juga ada aplikasi kalkulatornya.
10) Everday maintenance
(perawatan setiap hari)
Setelah
menerapkan semua langkah STREALUNE mulai dari awal, memiliah barang ke dalam
kategori buang, simpan, dan berikan, memastikan kita punya alwasan kuat untuk
menyimpan setiap barang, menemukan awadah untuk tempat menyimpan barang,
menjaga semua permukaan bersih, menata barang sesuai ruangannya, menerapkan
batas untuk barang-barang sesuai ruangannya, menerapkan batas untuk
barang-barang kita, menerapkan prinisp satu masuk maka satu keluar, dan kurang
jumlah barang bukan berarti telah usai. Melainkan kkita harus melakukan
perawatan setiao haru, menjaga, dan merawat apa yang sudah kita capai secara
teratur.
Menurut Francine
Jay bahwa dengan sedikit barang maka sedikit stress dan lebih merdeka.
Pelajaran
yang kita dapatkan saat membaca buku ini jika dikaitkan dengan Islam
1) Hidup minimalis ini mengajarkan kepada kita
untuk membeli barang yang benar-benar kita butuhkan buka karena keinginan yang
menuruti hawa nafsu semata. Kita ketahui bahwa barang yang kita milki tentunya
akan doertangung jawabkan di akhirat nanti. Ini sesuai dengan hadist berikut
ini:
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak
kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai
pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya
bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke
mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.”
(HR. Tirmidzi)
2) Di dalam buku ini penulis juga mengajarkan
untuk berbagi/bersedakah/memberikan barang yang masih layak ipakai namun sudah
tidak kita gunakan lagi atau suka.
Di dalam Islam sendiri bahwa berdekah tidak akan mengurangi
harta, hal ini sesuai dengan hadis berikut ini::
Rasulullah SAW bersabda "sedekah tidaklah menguragi harta" (HR. Muslim). Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR.
At-Tirmidzi).
Allah juga berfirman “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya
dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Comments
Post a Comment