Review buku: Seni Hidup Minimalis; Petunjuk Minimalis Menuju yang Apik

 

Review buku: Seni Hidup Minimalis; Petunjuk Minimalis Menuju yang Apik

Oleh: Alvina Siti Asiyah

 






(https://shopee.co.id/Buku-Seni-Hidup-Minimalis-Petunjuk-Minimalis-Menuju-Hidup-yang-Apik-Tertata-Dan-Sederhana-i.123887405.6943470535)

 

Judul Buku: The Joy of Less; A Aminimalist Guide to Declutter, Organize, and Simplifty.

Judul Buku Terjemahan: Seni Hidup Minimalis; Petunjuk Minimalis Menuju yang Apik, Tertata, dan Sederhana

Karya: Francine Jay

Penerjemah: Annisa Cinantya Putri

Tahun Terbit 2018

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

 

Buku yang dikarang oleh Francine Jay seorang ahli penata rumah ini sangat menarik dibaca dan mesikpun terjemahan bahasanya mudah dipahami. Saya selaku pembaca merasa tehipnotis untuk melakukan apa yang penulis tulis di dalam bukunya.  Secara garis besar buku ini mengulas terkait bagaimana cara untuk hidup minimalis dengan metode STREAMLLINE. STREAMLLINE singkatan dari Start over (mulai dari awal), Trats treasure or transfer (buang, simpan, atau berikan ), Reason for each item (alasan setiap barang), Everthing in its place (semua baraang pada tempatnya), All surfaces clear (semua permukaan bersih), Modules (ruangan), Limits (batas), If comes in, onne goes out (satu masuk, satu keluar), Narrow down (kurangi), Everday maintenance (perawatan setiap hari) Mari kita bahas satu-persatu.

1)        Start over (mulai dari awal)

Mulai dari awal di sini adalah mengeluarkan semua baranng dari tempatnya. Misalkan kita mau membersihkan atau bebrberes barang yang ada di lemari, maka barang apapupun yang ada di dalam lemari misal baju, jilbab atau apapun itu  harus dikeluarkan terlebih dahulu.

2)        Trats treasure or transfer (buang, simpan, atau berikan )

Setelah mengeluarkan semua barang dari tempatnya, langllah selanjtnya adalah menyortirnya atau memiliha-milah. Pisahlkan barang-batrang yag sudah dikeluarkan menjadi tiga kategori yakni buang, simpan, dan berikan. Untuk kategori buang tentunya kita harus menyediakan tempat sampah entah kardus, atau kresek besar yang tentunya cukup menampung barang yang sudah tak terpakai lagi, tidak layak, dan rusak. Di dalam buku ini penulis juga menyarankan untuk menyediakan satu wadah kosong untuk menaruh barang yang kita sendiri masih bingung akan disimpan atau dibuang,.

3)        Reason for each item (alasan setiap barang),

Nah ketika kita sudah untuk disimpan tentunya harus mempertimbangkan dan mepertanyakan kenapa barang tersebut masih layak kita simpan?seberapa seringkah kita menggunakanya? bagaimana kegunaannya?apa manfaatnya?

4)        Everthing in its place (semua baraang pada tempatnya),

Tentunya tidak ingin dong saat mencari barang kita bingung ada di mana? Apalagi terburu-buru mau berpergian. Contoh saat  mau bekerja atau berpergian kita kebingungan mencari kemiti, jarum pentul atau ciput dikarenakan menaruhnya sembarangan gak pada tempatnya atau gak punya wadah padahal lagi terburu-buru. Nah tentunya gak kepengan dong seperti itu. Maka penting sekali punya wadah serta menaruh barang pada tempatnya. Jika menaruh pada tempatnya  kita gak akan kebingungan lagi mencari benda atau barang yang kita butuhkan selain itu juga nampak rapi.

5)        All surfaces clear (semua permukaan bersih)

Menurut Francine Jay pentingnya permukaan yang bersih adalah tanpa permukaan yang rapi dan bersih maka seseorang tidak memiliki ruang untuk melakukan apa pun.

6)        Modules (ruangan),

Pada sub bab ini penulis membahas terkait teknik mengatur barang yang disebutnya dengan “teknik ruang”.  

a)    Langkah pertama mengumpulkan barang-barang yang memilki kesamaan. Penulis menjelaskan bahwa mengumpulkan barang dalam wadah atau tempat bermanfaat untuk memudahkan kita menemukannya dan menjadi tahu berapa banyak barang yang kita punya.

b)      Kedua adalah menyortir barang

c)      Terakhir, memasukan barang ke wadah atau tempatnya.

7)        Limits (batas). Penulis menjelaskan bahwa hidpu minimalis berarti selalu mengontrol barang-barang yang dimiliki. Cara yang paling efektif untuk melakukannya adalah dengan menerapkan batas. Penulis memberikan contoh misal kita gemar mengkoleksi buku, maka kita perlu membatasi kokelsi kita hanya pada buku yang memang kita gemari. Untuk sisianya didonasikan entah ke rumah baca, teman dan keluarga.

8)        If comes in, onne goes out (satu masu, satu keluar)

Peraturan satu masuk, satu keluar ini sangat efektif diterapkan jika barangnya serupa. Contohhnya kemeja. Dengan adanya kemeja baru, maka kemeja lama harus dikeluarkan.

9)        Narrow down (kurangi)

Menurut penulis cara untuk mengurangi jumlah barang adalah membereskannya dan mengurangi secara kreatif misalnya memilih baarang yang multiguna daripada barang dengan satu fungsi. Contoh barang mullti guna memilki sofa yang juga berfungsii sebagai tempat tidur. Sehingga tidak perlu membeli tempat tidur tamu. Contoh lain tidak perlu membeli kalkulator dikarenakan punya ponsel pintar yang juga ada aplikasi kalkulatornya.

10)    Everday maintenance (perawatan setiap hari)

Setelah menerapkan semua langkah STREALUNE mulai dari awal, memiliah barang ke dalam kategori buang, simpan, dan berikan, memastikan kita punya alwasan kuat untuk menyimpan setiap barang, menemukan awadah untuk tempat menyimpan barang, menjaga semua permukaan bersih, menata barang sesuai ruangannya, menerapkan batas untuk barang-barang sesuai ruangannya, menerapkan batas untuk barang-barang kita, menerapkan prinisp satu masuk maka satu keluar, dan kurang jumlah barang bukan berarti telah usai. Melainkan kkita harus melakukan perawatan setiao haru, menjaga, dan merawat apa yang sudah kita capai secara teratur.

 

Menurut Francine Jay bahwa dengan sedikit barang maka sedikit stress dan lebih merdeka.

 

Pelajaran yang kita dapatkan saat membaca buku ini jika dikaitkan dengan Islam

1)  Hidup minimalis ini mengajarkan kepada kita untuk membeli barang yang benar-benar kita butuhkan buka karena keinginan yang menuruti hawa nafsu semata. Kita ketahui bahwa barang yang kita milki tentunya akan doertangung jawabkan di akhirat nanti. Ini sesuai dengan hadist berikut ini:

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.”  (HR.  Tirmidzi)

2)   Di dalam buku ini penulis juga mengajarkan untuk berbagi/bersedakah/memberikan barang yang masih layak ipakai namun sudah tidak kita gunakan lagi atau suka.

Di dalam Islam sendiri bahwa berdekah tidak akan mengurangi harta, hal ini sesuai dengan hadis berikut ini::

Rasulullah SAW bersabda "sedekah tidaklah menguragi harta" (HR. Muslim). Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi).

Allah juga berfirman Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Comments

Popular posts from this blog

Antisipasi Bullying (Perundungan)

Cahaya di Tengah Kegelapan

Bullying