Posts

Peranan Orang Tua dalam Memutus Rantai Perundungan/Bullying

  Peranan Orang Tua dalam Memutus Rantai Perundungan/ Bullying                 Memutus rantai perundungan/ bullying tentu tidak mudah, yang harus menjadi perhatian tentunya bukan hanya korban, tetapi juga pelaku bullying . Ada beberapa faktor alasan seseorang menjadi pelaku bullying yang pertama merasa harga dirinya rendah, tidak aman, dan pernah menjadi korban. Upaya memutus rantai perundungan berawal dari rumah. Ini menunjukkan peranan orang tua yang sangat penting dalam upaya memutus rantai perundungan/bullying. Berikut adalah peranan orang tua jika dikaitkan dengan faktor penyebab seseorang menjadi pelaku bullying: A.    Merasa harga dirinya rendah. Maka hal yang dilakukan orang tua dengan membangun harga diri anak, caranya antara lain: 1)       Menghargai dan memotivasi anak 2)       Mendorong, mendukung, memfasilitasi anak dalam meng...

Antisipasi Bullying (Perundungan)

  Berita duka telah menyelimuti dunia pendidikan. Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini marak berita terkait bullying. Naasnya bukan hanya sekolah umum melainkan pondok pesantren yang notabene para santri dan santriwati mengenyam pendidikan agama dan pengetahuan umum. Seharusnya sekolah dan pondok pesantren menjadi tempat yang aman untuk anak mengeyam pendidikan   ataupun menuntut ilmu, namun menjadi momok yang menakutkan. Maka hari ini penulis tertarik membahas terkait perundungan atau bullying. Menurut Christofora bullying   (2023:1) merupakan sikap yang dilakukan dengan cara melukai secara fisik, verbal, atau emosional/psikologis oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat kepada korban yang secara fisik atau mental lemah berulang kali tanpa perlawanan untuk membuat korban menderita. Perundungan atau bullying merupakan masalah serius dan bersama. Sehingga berbagai pihak perlu ikut andil   dalam menangani masalah ini baik pemerintah, orang tua, sekolah, guru, ...

Fisikku Adalah Pemberian-Nya

Fisikku Adalah Pemberian-Nya Oleh: Alvina Siti Asiyah   Beberapa saya temukan seseorang lisannya mengatakan "Jelek, pesek * kepada orang lain. Selain itu juga, saya pernah menemukan orang bahasa tubuhnya mengatakan ke orang lain "ih jijik" sambil bilang "gak usah deket". Wahai saudara/sadariku mungkin mau atau tidak tentu lisanmu akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Mungkin yg bersangkutan nampak biasa. Tetapi dalam kesendirian dia akhirnya dia merasa sedih, rendah diri, gak pede. Jangan menambah luka dan membuat orang lain tidak beryukukur atas pemberian-Nya (Fisik) karena lisan kita, Jadi kalau tidak membuat orang lain bahagia dan percaya diri jangan menambah luka dengan menghina fisiknya yah.   Mari refleksi bersama! 1. Kita tahu siapa yang telah menciptakan manusia? 2. Terbuat dari apa manusia? Tanah bukan 3. Coba sekarang membawa tanah dan buat manusia yg lebih bagus dari yang bersangkutan? Apa bisa? Atau jauh lebih baik ? 4. Apakah dengan m...

Parenting Pak Anis Baswedan dan Ibu Ferry Farhati

Parenting  Pak Anis Baswedan dan Ibu Ferry Farhati  Berikut adalah ilmu parenting yang diterapkan oleh bapak Anis Baswedan dan ibu Feri Farhati dalam mendidik anaknya antara lain: 1. Menanamkan nilai kebaikan dan membangun kebiasaan baik  sedari kecil . Misal: sholat berjamaah dan mengajarkan bagaimana menghormati orang tua  2. Menjadi pendengar yang baik buat anak 3. Memberikan kepercayaan kepada anak. Sehingga anak akan menjaga kepercayaan yang diberikan.  4. Supportif. Tentu sebagai orang tua sudah seharusnya mendukung anak selama yang dilakukan tidak melanggar syari'at (aturan Allah).  5. Terbuka terhadap anak. Ini artinya sebagai orang tua bisa diajak diskusi.  6. Ketika ada masalah pasti berdiskusi dan ngobrol  7. Ketika anak berbuat salah maka akan diarahkan perilakunya (diberi tahu perilaku yang tidak baik atau salahnya dan hal yang perlu diperbaiki)  dan diajak refleksi dan menyerang pribadi  anak  Contoh refleksi :  S...
  Pergi Tuk Kembali Oleh : Alvina Siti Asiyah   Izrail datang melamar tanpa persetujuanku Tubuh pun terbujur kaku Kain kafan menjadi penghias tubuhku Saatnya ku ucapkan selamat tinggal pada dunia Pergi tak membawa apa-apa kecuali amalku Satu receh pun tak mempu ku bawa Namun semua pergi tanpa permisi Kini tinggallah seorang diri Hanya amal ku yang setia menemani Munkar Nakir   menjadi pengujiku Anggota tubuhku menjadi saksi atas perbuatanku Hanya rahmat Tuhan yang ku harapkan

Mendidik Anak yang Sholeh dan Sholeha

Image
  Mendidik Anak yang Sholeh dan Sholeha   Semua orang tua muslim ingin memiliki anak yang sholeh, sholaha dan rajin belajar. Pertanyaannya adalah sudahkah memberikan contoh? Sudahkan mempersipkan ilmunya   (ilmu parenting) sebelum menikah? Menurut penulis berikut adalah-hal-hal perlu dilakukan dalam mendidik anak 1.         Ingin anaknya sholeh dan sholeha: a)       Memberikan contoh bagaimana menjadi orang yang sholeh dan sholeha. Contoh: (1)     Melaksanakan serta mengajak anak sholat tepat waktu. (2)     Ayah yang berangkat dan mengajak anak laki-lakinya sholat ke masjid. (3)     Seorang   ibunya meuntup aurat sempurna/sesuai yang disyariatkan.. Menurut ustadz Adi Hidayat ketika orang tuanya baik, maka anak akan mengikuti. Oleh karena itu seharusnya orang tua tidak banyak menuntut anak untuk ini itu, melainkan memberikan teladan/contoh. b...